Blood Moon

Gerhana bulan total terjadi di wilayah Indonesia pada Sabtu, 4 April 2014. Gerhana ini bertepatan dengan Kalender Islam 14 Jumadil Akhir 1436 H. Fenomena langka ini biasa disebut blood moon atau gerhana bulan merah darah.

Pada 2014 di Indonesia terjadi blood moon dua kali. Saat itu bulan tampak penuh dan merah seperti darah. Fenomena langka ini terjadi dalam waktu berbeda-beda di tiap wilayah, sesuai pembagian waktu di Indonesia.

Blood-moon

(http://www.inquisitr.com/1213430/blood-moon-2014-spectacular-photos-posted-on-social-media/)

Data Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebutkan, warna ‘darah’ terjadi karena bulan tertutup bayangan bumi. Namun cahaya matahari terbiaskan, hingga menimbulkan efek kemerah-merahan.

140915bloodmoon

(http://www.wnd.com/2015/04/blood-moons-discoverer-more-judgment-coming/)

Blood moon terjadi akibat pantulan atmosfer bumi, yang umumnya disebabkan dari kumpulan debu letusan gunung berapi. Efek semburan atmosfer bumi yang terpampang di permukaan bulan, menyebabkan bulan yang semula putih kekuningan, menjadi merah darah. Semakin tebal kumpulan debu di atmosfer, semakin merah pula warna bulan.

(http://m.liputan6.com/news/read/2207316/gerhana-bulan-merah-darah-terjadi-besok-malam)

Translate »